• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

UNIBA MUHIBAH KE MCU THAILAND

Written by Super User. Posted in Informasi

Bagi universitas swasta, berangkat ke luar negeri untuk melakukan kerjasama dengan universitas yang memiliki reputasi baik di luar negeri bukanlah perkara mudah, sehingga sebelum berangkat universitas harus bekerjasama dengan institusi yang memiliki akses yang baik dengan beberapa universitas di luar negeri pada tanggal 11-15  Maret 2013.  

Universitas harus mempertimbangkan segala sesuatunya sehingga dana yang dikeluarkan tidak menjadi sia-sia, alias ada manfaat yang harus diperoleh yang akan diadopsi baik dari universitas Mahachulalangkornrajavidyalaya University (baca; MCU) maupun dari sistem pemerintahan Thailand yang selanjutnya akan disampaikan dalam proses perkuliahan di Universitas Balikpapan secara khusus dan di Kaltim secara umum, dan sudah barang tentu berbeda dengan pejabat negara yang berangkat keluar negeri yang tidak perlu pusing mengelola cash flow karena dana sangat berlimpah yang bersumber dari APBN maupun APBD, soal hasil kunjungan dari luar negeri juga tidak perlu diketahui masyarakat, fakta ini dapat kita ketahui ketika rakyat meminta pertanggungjawaban hasil kunjungan kerja hingga detik ini juga tidak pernah digubris dan tidak transparan.

                Negara Thailand merupakan negara sistem kerajaan dan tidak pernah dijajah, dimana Thailand juga merupakan anggota negara Asean yang dahulu masih jauh tertinggal dari Indonesia secara ekonomi maupun pendidikan, namun saat ini Thailand sangat maju dan hampir seluruh kota Thailand terhubung ke Bangkok sebagai Ibu kota Thailand dimana Thailand terdiri dari 77 provinsi dan MCU University di Thailand juga merupakan salah satu rujukan terbaik di Asean sebagai pusat penelitian bidang science sehingga inilah yang menjadi dasar universitas Balikpapan bekerjasamaa, dimana science tersebut juga bertalian dengan pertanian khususnya bawang putih. Kado yang paling menarik dari Pemerintah Thailand adalah masalah pertanian dan parawisata.

                Pengelolaan pertanian, dimana mulai dari pendistribusian lahan pertanian kepada petani, permodalan, memperoduksi hasil pertanian hingga pemasaran produk-produk pertanian diatur secara baik. Semenjak Perdana Menteri wanita pertama Thailand dipimpin seorang wanita bernama Yingluck Shinawatra yang merupakan adik dari Thaksin Sinawatra. Semenjak Perdana Menteri  Yingluck Shinawatra memimpin, kebijakan dibidang pertanian Yingluk menumpas yang bernama Kartel sehingga petani bisa langsung menjual hasil pertanian langsung kepada konsumen. Pemerintah Thailand sudah menyiapkan dari lahan, modal kerja petani untuk memproduksi hasil pertanian hingga siap jual langsung di tempat pertanian atau dijual langsung kepada para turis yang datang ke Thailand setiap tahunya sekitar 60 juta orang , dimana yang datang terbanyak dari  Rusia, China, Amerika, Singapura dan juga penduduk Indonesia sangat banyak berkunjung ke Thailand. Untuk mengendalikan harga dan tidak merugikan petani, pemerintah Thailand menumpas yang bernama kartel atau sebutan lain di dalam negeri kita disebut "keagenan" sudah ditumpas habis di Thailand.

                Pertanyaan besarnya, kenapa kartel atau para agen di Indonesia bisa merajalela sehingga persoalan harga bawang putih bisa dikendalikan para bandit kartel yang telah merusak sistem perdagangan di Indonesia dan sudah barang tentu para bandit ini telah meraup keuntungan triliunan dari seluruh rakyat Indonesia bersama pejabat korup yang telah menjual kebijakan kepada para bandit kartel ini, sebagaimana yang disampaikan Pimred Tribun Kaltim, (Siaran Smart FM, 23/3/2013).        

                Pada saat team kunjungan kerja universitas balikpapan berdialog dengan masyarakat Thailand menyampaikan harga bawang putih sangat murah di Thailand tetapi setelah masuk ke Indonesia harga bawang putih melonjak hingga ratusan persen. Padahal jarak Thailand ke Indonesia tidak begitu jauh jika biaya transportasi yang menjadi argumentasi terjadinya kenaikan harga, sehingga menjadi tidak masuk akal harga bawang putih melonjak tinggi hingga ratusan persen dari harga biasa dengan modus operandi yang diciptakan para kartel terjadi kelangkaan bawang putih.

                Menurut saya kartel atau keagenan bisa ditumpas sepanjang tidak ada oknum pemerintah yang terlibat dalam keagenan maupun kartel ini, tentu ini mereka lakukan  demi kepintangan pribadi maupun kepentingan yang lebih besar lagi yang bernama kepentingan oligarki, kepentingan oligarki ini yang lebih parah merusak sistim perdagangan di Indonesia, karena para perampok oligarki ini biasanya pemegang kekuasaan. Kita tau sekarang modus oknum pejabat saat ini mulai dari Pusat hingga ke daerah-daerah, modus operandi korupsinya sudah bergeser dari menerima uang dollar amerika secara cash menjadi menjual kebijakan. Hal ini dapat kita lihat kasus korupsi kebijakan impor sapi kemudian saat ini masalah impor bawang putih. Izin impor bawang putih ini juga diduga sebagai salah satu modus operandi terjadinya kelangkaan bawang putih dan akhirnya harga bawang putih melonjak naik hingga ratusan persen dari harga biasa di pasar. Penjualan kebijakan ini tidak hanya bidang pertanian saja, jual beli tanah, perizinan tambang dan lain-lain juga sangat rentan dimanipulasi termasuk di Kalimantan Timur

                 Bahwa kita tanpa menyadari agenda reformasi tahun 1998 telah dibajak (hijaking) oleh pejabat-pejabat yang tidak bertanggungjawab ini pada saat pembentukan pemerintah pada tahun 1998. Fakta ini dapat kita lihat dari pernyataan, "katakan untuk tidak korupsi" sebenarnya mereka inilah para koruptornya, ada juga yang mengatakan, "bekerja untuk umat" tetapi mereka ini jugalah sesungguhnya koruptornya. Cuma masyarakat kita ini terbuai dengan buaian janji manis para pembajak demokrasi kita ini hingga mereka berhasil menipu masyarakat hingga akhirnya menjadi penguasa dan kemudian dengan leluasa menjual bebagi kebijakan untuk kepentingan kelompoknya (oligarki) maupun diri sendiri baik di pusat maupun di daerah.

                Mungkin aktivis negara Tunisia telah belajar dari Indonesia pada tahun 1998,  dimana aktivis Tunisia mengawal negaranya pada saat pembentukan pemerintahanya. Pada saat terbentuknya pemerintah Tunisia ternyata para aktivis Tunia menemukan juga para pembajak revormasi dan mulai menyelewengkan perjuangan para aktivist, sadar akan hal ini para aktivist turun kembali untuk menuntut perubahan pemerintahan dan menuntut pergantian para pembajak revolusi Tunisia tersebut. Berbeda dengan kita di Indonesia pada Tahun 1998, tidak dikawal secara ketat yang pada akhirntya para pembajak revormasi berhasil masuk dan merusak sistim pemerintahan Indonesia sebagaimana yang saat ini sedang dipertontonkan para penguasa, menjual segala kebijakan tanpa perduli nasib petani kita di Indonesia. Para pejabat bukan membantu petani bawang memberikan lahan pertanian dan memberi modal kerja untuk memproduksi hasil pertanian menjadi barang siap jual.   Malah sebaliknya tanah pertanian berubah menjadi gedung-gedung bertingkat dengan memberikan kemudahan izin kepada para pengembang. Petani semakin susah dan miskin, tidak pernah diperdulikan terbukti petani kentang sampai-sampai demo ke Istana tetap saja di biarkan tanpa solusi, sekarang timul lagi persoalan bawang putih.

                Para penjahat negeri ini menguasai perekonomian melaui kartel bersama para pejabat koruptor. Jenis tanah di Thailand hampir sama dengan jenis tanah di Indonesia atau di Kaltim secara khusus, sehingga bisa ditanami bawang putih. Apalagi pejabat negara kita ini sangat sering keluar negeri, apalagi ke Thailand tentu mereka tau keadaan di Thailand. Nega-negara Asean juga mengetahui kalo negara Indonesia adalah negara agraris, tinggal saja apaka mereka para pejabat kita ini baik di Pusat maupun di daerah-daerah mau melepaskan kepentingan pribadi atau oligarki dan mementingkan kepentingan rakyat Indonesia yang lebih besar atau tunggu di gulingkan oleh rakyat Indonesia dan mencari pemimpin seperti Joko Wi dan Wakilnya

MENAWARKAN JASA LEGAL ADVICE KEPADA PERUSAHAAN

KANTOR HUKUM PIATUR PANGARIBUAN DAN REKAN

Rp.5 JUTA/BULAN DILUAR BIAYA BERPERKARA DI PENGADILAN

KANTOR JL. PUPUK UTARA II, BLOK G-22, TELP. (0542) 821 3757, HP. 081346443110

email: pangaribuan_csltn-hrd@yahoo.com, pengalaman klick di Profile

 

JENIS-JENIS LEGAL ADVICE:

1. KETENAGAKERJAAN

2. PERKARA PERDATA

3. PERKARA PIDANA

4. PERKARA TATA USAHA NEGARA

5. PERKARA PENGADILAN NIAGA (KEPAILITAN)

6. PERKARA PERCERAIAN

7. PENGURUSAN PERIZINAN

8. PENGURUSAN IMTN/SERTIFIKAT

9. LAIN-LAIN: MELAYANI JASA MENDAMPINGI TAMU DARI LUAR KALTIM (MENYAMBUT IBU KOTA NEGARA)

 

 


 

Bagi yang berminat untuk memesan buku ini

silahkan hubungi 0813-4644-3110